Unpredictable Moment

Unpredictable Moment

[Before Story of I’m Sorry, I Can’t]

unpredictable moment poster

ATTENTION : POKOKNYA INI TULISAN GUE KETIKA SMP, KETIKA DULU BEGINILAH CERITA YANG GUE TULIS DAN JANGAN BAYANGKAN GUE YANG SEKARANG! KARENA ITU MEMANG BERBEDA!

Author : Haretami

Cast :

–          Fx Krystal

–          SHINee Key

–          SHINee Onew

–          TVXQ Max

–          Super Junior Kyuhyun

Support cast :

–          EXO Kai

–          EXO Lay

–          EXO Sehun

–          SHINee Minho

Genre : Mystery, romance, angst, sadness,gloomy

Length : Oneshoot

Rate : PG 15+

Disclaimer : This story just mine. The plots are pure from my mind. SILENT READER & PLAGIATOR are prohibited

also published at : FanficsKpopIndo

A/N : hollla…. Aku cukup senang loh dengan reaksi readers termasuk readers FKI dengan ff I’m sorry I cant yang aku post beberapa hari yang lalu. Gak ada yang gak minta sequel. Memang aku sengaja mancing readers dengan buat cerita yang penuh dengan tanda tanya gitu haha… #pintermodus

Oke, ini sebenarnya bukan termasuk kategori sequel karena ini bukan lanjutan ceritanya tapi lebih tepatnya ini kunci ceritanya *cieelah a.k.a FLASHBACK-nya.   jadi ini cerita krystal di las vegas. Ada satu momen kurang srek dalam cerita ini jadi ratingnya tolong di perhatikan baik- baik! Standar aku sih 15 tahun ke atas baru boleh baca ini!

Buat readers baru atau yang belum baca ff  I’m Sorry, I Can’t, baca ff itu dulunya. Biar nyambung ^^

Udah itu aja, enjoy reading my beloved readers ^_^

~~**~~

Tiga hari sudah krystal menikmati hari- harinya di sebuah kota besar yang sebelumnya belum pernah ia datangi. ia mendapat kesempatan berlibur ke las vegas karena kemenangannya dalam sebuah kompetisi ‘photography’ yang diadakan beberapa minggu yang lalu di seoul. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang belum tentu akan datang di waktu mendatang, krystal pun memilih untuk menikmati hasil kemenangannya meskipun ia hanya bisa berlibur seorang diri di las vegas.

Ia hanyalah siswi kelas 2 SMA yang menurutnya kerap sekali mendapat keberuntungan. Ia merasa tuhan sangat adil terhadap kejadian dalam hidupnya dan mencintainya seperti manusia lain. Sejak awal SMA krystal sudah mendapatkan 5 voucher liburan keluar negeri. ia terbilang sudah biasa berlibur keluar negeri seorang diri. Ia termasuk gadis yang tangguh dan berani menghadapi resiko yang tidak tertutup kemungkinan akan terjadi.

Berbeda dari liburan biasanya, 3 hari ini ia merasa asing dengan perasaannya. Biasanya ia selalu tenang dimanapun ia berada. Ia sudah sering mendatangi  negeri orang dan kali ini bukanlah hal baru lagi baginya. Seharusnya ia bisa lebih enjoy tanpa dihantui pikiran- pikiran negatif.

Hari ketiga krystal memilih untuk tinggal di hotel. Tubuhnya terasa kurang fit untuk menelusuri sisi las vegas yang masih banyak belum ia ketahui. Sore itu Lay mengajaknya untuk berkomunikasi melalui skype.

“hai krys,” lay tersenyum hangat ketika ia melihat wajah krystal yang masih utuh melalui layar laptopnya.  “kau baik- baik saja kan?”

“ah, jangan tanyakan pertanyaan itu lagi. Kau seharusnya bosan karena selalu menanyakan itu oppa.” Jawab krystal sambil memasang ekspresi kalau ia bukanlah gadis 10 tahun yang lalu. Sedangkan lay yang mendapati ekspresi itu malah tertawa.

Menit- menit berlalu. Kakak adik itu masih asyik mengobrol dan sesekali mereka tertawa. langit senja mulai berganti menjadi gelap. Setelah sempat mengobrol sedikit dengan sehun dan banyak dengan kai, krystal pun mengakhiri pembicaraan terakhirnya dengan kai. Ia berjalan menuju pintu karena sepertinya pelayan hotel datang mengantarkan makanan untuknya.

Selama tiga hari, makan seorang diri membuatnya jadi ingin cepat pulang. Biasanya ia makan bertiga dengan kakaknya, lay dan saudara kembarnya, sehun. Dan kadang- kadang kai juga ikut makan di rumahnya. Setiap menikmati santapan di las vegas ia selalu teringat akan kehangatan bersama orang- orang terdekatnya yang sekarang sangat jauh darinya. Setelah makan ia bermenung beberapa jam di depan jendela besar di kamar hotel.

~~**~~

Sekitar jam tiga sore krystal meninggalkan kamar hotelnya. Sejak kemarin tubuhnya terasa kurang bertenaga untuk melanjutkan penjelajahannya ke setiap sisi di las vegas. Dan sore itu ia memilih untuk keluar dan berjalan- jalan di sekitar kota saja. Tidak terlalu jauh dari gedung hotelnya, ia mengunjungi sebuah museum musik yang cukup terkenal di kota itu. banyak orang yang sedang berkunjung sore itu. krystal berjalan- jalan menyusuri seluruh sisi museum dan sampai akhirnya ia tiba di lantai 5 gedung itu. ia berdiri dari balkon panjang yang menghadap ke sisi kota. Tidak ada orang lain di balkon itu. ia dengan nyaman menikmati hembusan angin yang menusuk kulitnya. Di belakang balkon terdapat sebuah ruangan yang cukup sepi. Krystal yang tengah menikmani keheningan suasana itu tiba- tiba saja bergidik ke belakang. Menempelkan tubuhnya ke dinding yang berada di belakang balkon. Dan tidak lupa ia menghidupkan perekam suara melalui handphonenya.

“hyung, kau yakin sudah sempurna merakitnya?”

“ah tentu saja. Kau tidak usah meragukanku. Aku sudah 4 tahun belajar untuk menghasilkan benda ini. Aku berani jamin kita tidak akan gagal,”

“ya sudah, kita kemasi barang- barang dan bersiap- siap ke tempat peledakan.”

Krystal yakin sekali kalau ia tidak bermimpi saat itu. ia mendengar dengan jelas percakapan dari ruangan di belakangnya. Dan di tambah lagi orang yang berbicara di dalam ruangan itu menggunakan bahasa sehari- harinya, bahasa korea.

Saat krystal ingin berbalik meninggalkan balkon, pintu ruangan itu membuka. Tampak dua orang pria yang berwajah tidak seperti penduduk lokal keluar. Mata mereka bertemu. Krystal berusaha memasang ekspresi kebingungan seolah- olah ia seperti seorang turis yang tersesat di gedung itu. dua orang pria muda itu tersenyum singkat dan kembali berjalan menjauhi krystal.

“apakah wanita itu tampak seperti seorang penguntit?”

“ah mana mungkin. Kalau pun iya, wanita itu tidak akan mengerti isi percakapan kita. Ini las vegas. Bukan korea. Jadi kau tenang saja.”

~~**~~

Secepat mungkin krystal berlari membawa tubuhnya menjauh dari gedung itu. ia merasakan kakinya yang sangat ringan dan cepat untuk dibawa berlari. ia pikir saat itu adalah kecepatan tercepat selama ia berlari. Tubuhnya bergetar hebat. pikirannya  tidak dapat mengotrol jiwanya untuk tetap tenang. Saat itu pikirannya hanya terpusat akan satu hal.

Krystal akhirnya berhenti setelah ia berlari cukup jauh dari gedung itu. ia mengeluarkan tisu dari tasnya dan mengusapkannya ke bagian wajahnya yang terasa lembab karena keringat dingin. Sebisa mungkin krystal berusaha menenangkan dirinya.

‘ya tuhan, apapun yang terjadi sebentar lagi… tolong selamatkan aku. Jauhkan aku dari keburukan.’

Saat itu krystal hanya bisa memikirkan keselamatan dirinya. Sempat terpikir olehnya untuk memberi tahu publik tentang apa yang baru saja ia dengar, tapi hal itu tidak terdengar mustahil. Ia di negeri orang. Sekalipun ia bisa menggunakan bahasa inggris dengan lancar tapi tetap ada satu hal yang menghambatnya untuk melakukan hal itu.

‘jika aku membuka mulut,membeberkan rekaman ini  bisa jadi aku menjadi target selanjutnya?! Mereka pasti akan mencari ku karena aku telah menggagalkan rencana mereka. ah tidak mungkin kulakukan!’

“hyung, itu gadis yang tadi,”

“ah, ia tampak habis berlari.”

“ apaka ia tau kalau museum akan meledak? ”

~~**~~

Kai tidak henti-hentinya tersenyum sejak ia bangun beberapa menit yang lalu. Di mejanya banyak sekali tumpukan album foto. Beberapa cover album tampak sudah kusam namun foto di dalamnya masih terjaga dengan bersih. Kai memandangi satu persatu foto di dalam album tersebut. Album pertama di penuhi dengan foto krystal 6 tahun lalu. Mulai dari foto krystal  yang hanya berani diambil kai  dari jendela kamarnya sampai ke foto yang akhirnya ia minta langsung kepada krystal. kisah 6 tahunyang  lalu masih berbekas dalam benaknya.

“hey,”

Kai tersadar dari lamunannya. Ia berdecak kesal. ia alihkan pandangannya kebelakang dan ternyata itu sehun.

“kami akan makan pagi keluar, kau mau ikut kan?” tanya sehun langsung kepada tujuannya.

“ah…. Iya iya.. baiklah. Aku akan mandi dan berganti pakaian.”

“baiklah, kami tunggu di mobil.” Sehun pun keluar dari kamar kai.

Sekitar pukul 8 pagi mereka akhirnya sampai di restoran yang sebelumnya sudah mereka diskusikan. Suasana di antara mereka tidak seperti biasanya. Tidak ada yang memulai percakapan. Sehun asyik dengan buku bacaan yang ia bawa, Lay sibuk dengan handphonenya dan  kai sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari layar televisi yang ada di restoran itu.

‘sebuah bom dahsyat baru saja meledak di las vegas’

Mesin waktu seakan terhenti saat kai baru saja membaca berita berjalan itu. tubuhnya tidak bergeming sedikitpun. Matanya membesar, mulutnya sedikit menganga, dan pikirannya sekarang telah sampai kepada kekasihnya yang sedang berada di las vegas.

“KRYS!!!” refleks kai berteriak setelah mesin waktu kembali berjalan.

Lay dan sehun tentunya langsung kaget mendengar teriakan kai. Tidak hanya dua orang itu, seisi restoran bahkan sekarang tercengang sekaligus bingung memperhatikan kai.

“AAAA TIDAK!!! LAS VEGAS DI BOM!!!” kai kembali berteriak dengan suara yang lebih keras. Ia mengarahkan pandangannya ke arah lay sambil berdiri memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

“APA?”

~~**~~

Saat itu krystal sudah berada di kamar hotelnya sekitar pukul 6 sore. Setelah membersihkan tubuhnya ia pun menyalakan televisi yang ada di kamar itu. dan ternyata apa yang tadi ia dengar sekarang telah terjadi. Stasiun berita las vegas tampak heboh dengan insiden itu. museum musik itu sekarang telah lenyap. ia memandang nanar ke arah televisi. Deru nafasnya seakan baru saja di bawa berlari. Ia elus dadanya untuk kembali menenangkan dirinya. Tak lama setelahnya ia pun memilih mematikan televisi karena semua channel hanya memberitakan insiden itu.

Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang,mencoba memejamkan matanya. Namun sangat sulit untuk terpejam. Sontak, ia teringat kalau tadi ia sempat mengaktifkan recorder di handphonenya. Ia langsung berdiri menuju lemari tempat ia menggantungkan mantelnya. Handphonenya masih ada di saku mantel itu. sekali lagi nafasnya kembali menderu. Dadanya berpacu dengan cepat. Bukannya merasa senang karena ia punya bukti atas insiden besar di las vegas sore itu tapi ia malah merasa khawatir.

‘aku harus pulang secepatnya,’ pikir krystal sambil kembali ke tempat tidurnya. Tak lama setelahnya, seperti biasa pelayan hotel datang mengantarkan makan malam.

Krystal menikmati santapan malamnya dengan penuh paksaan saat itu. ia sama sekali tidak memiliki nafsu untuk makan. Tapi ia tetap mengharuskan dirinya untuk makan agar ia tidak sakit. Disela- sela makan, handphonenya berdering.

Ia berjalan ke arah kasur untuk mengambil handphonenya. Dan sudah ia tebak, pasti tidak lama setelah berita bom di las vegas terdengar ke seluruh penjuru dunia, lay akan menelfonnya.

“KRYS? KAU DISANA? KAU MASIH HIDUP?” lay berbicara di telfon dengan volume suara yang cukup keras. Ia tidak bisa mengontrol daya suaranya.

Sejenak setelah mendengar suara lay dari seberang krystal sedikit menjauhkan handphonenya dari telinganya.

“yak, telingaku bisa pecah oppa!” jawab krystal dengan nada kesal. “iya, aku baik- baik saja. Bom itu tidak sampai ke hotelku. “ jawab krystal dengan tenang. Ia paling tidak suka jika membuat orang lain apalagi orang terdekatnya khawatir dengannya.

“haft, syukurlah.” Lay menurunkan bahunya dan merasa sangat lega. Kai dan sehun yang mendegar itu ikut tenang.

“hyung, seharusnya aku yang bicara duluan dengan krystal,” ujar kai tidak sabar ingin mendengar suara kekasihnya.

“ah iya iya, krys, kai ingin berbicara dengan mu” ujar lay kepada krystal kemudian memberikan handphonenya.

Kai mengambil handphone lay dan membawanya keluar restoran. Ia ingin berbicara dengan kekasihnya tanpa di dengar oleh lay dan sehun.

“ah, malah menelfon di luar,”

~~**~~

Peristiwa pengeboman sore itu termasuk peristiwa pertama dan paling menghebohkan di las vegas. Bagaimana tidak, museum musik tertua di kota itu sekarang hanya tinggal jejak bangunannya saja. Semua alat musik yang penuh dengan sejarah dan nilai itu telah lenyap. korban yang berjatuhan pun tidak kalah banyak. Sekitar 500 lebih pengunjungnya mati mengenaskan dan yang lainnya luka parah. Tidak henti- hentinya krystal memuji tuhannya karena telah menyelamatkannya dari peristiwa itu. lay, sehun dan kai yang berada di korea juga sangat bersyukur.

Malam itu juga krystal berencana untuk mencari tiket pulang ke korea. Meskipun tiket wisatanya menjadwalkan kalau ia akan pulang 3 hari lagi tapi ia lebih memilih merelakan tiket wisata itu. bagaimanapun juga ia tidak ingin berlama- lama lagi di las vegas.

Ia keluar dari hotelnya sekitar pukul 8 malam. Saat ia telah berjalan cukup jauh dari hotel  tiba- tiba saja seorang pria muda menepuk pundaknya cukup keras. Ia pun menoleh kebelakang dan mendapati wajah tampan yang tengah tersenyum hangat ke arahnya. Seketika kesadaran krystal lenyap ketika menatap sepasang mata hitam itu. pria itu meraih pergelangan tangan krystal dan menuntunnya untuk pergi bersamanya. Krystal menurut begitu saja. Kakinya dngan ringan membawa tubuhnya ke arah parkiran limusin si pria. Pria itu tersenyum licik dan membawa krystal bersamanya.

Krystal duduk di dalam limusin hitam itu. matanya lurus ke depan dengan pandangan kosong. Pria yang tadi menghipnotisnya menggenggam tangan krystal. sekitar 20 menit kemudian limusin itu berhenti di sebuah villa tua yang tampak tua dan cukup menyeramkan. Dan saat itu juga krystal ternyata telah menutup matanya. Ia tertidur sambil menjatuhkan kepalanya ke pundak pria di sampingnya.

“hyung, dia tertidur.”

“ key gadis itu tanggung jawabmu. Jadi kau angkat saja dia.”

“tapi… minimal kau ikut membantu ku hyung,”

“ah… angkat saja sendiri. Dia hanya seorang gadis kecil.”

“haish..”

~~**~~

21.00 PST (U.S Pasific Standard Time) | 11.00 KST

Kai tengah bermenung di meja belajarnya siang itu setelah ia bersama lay dan sehun selesai menyantap makan pagi mereka di restoran. Meskipun sudah pasti tidak terjadi apa- apa pada krystal tetapi perasaannya tetap saja tidak enak. Padahal ia sudah berbicara cukup lama dengan krystal tadi. Ia menopang dagunya dengan kedua tangannya. Ia pandangi rumah krystal yang tidak pernah bergerak itu dari dalam kamarnya. Semakin lama ia bermenung ternyata perasaannya tidak kunjung membaik. Benar- benar tidak seperti biasanya. Ia bahkan sudah meminum dua gelas air mineral yang di percaya dapat menenenangkan seseorang tapi ternyata tidak ada yang berubah. Kemungkinan- kemungkinan buruk terus saja bermunculan di dalam benaknya.

tidak tahan dengan keanehan perasaannya siang itu kai akhirnya kembali mencoba menghubungi krystal.

Berulang kali kai berusaha menghubungi kekasihnya itu tapi tidak ada balasan. Perasaan kai pun bertambah buruk dan akhirnya ia memilih menemui lay dan sehun. Mungkin dua orang itu dapat mengalihkan perasaan buruknya.

“hyung, sehun-ah” kai langsung masuk ke dalam rumah keluarga krystal. ia lihat lay sedang bermain piano dan sehun yang membaca buku.

“ya, ada apa?” tanya lay menghentikan permainannya. Ia menoleh memperhatikan kai. Dan ternyata ia dapati ekspresi kai yang sedang tidak beres.

“dari tadi perasaanku terus saja tidak enak.” Ungkap kai. “barusan aku kembali menghubungi krystal dan sudah berkali- kali tapi ia tetap tidak menjawab panggilanku.”

Sehun meninggalkan bacaannya sejenak. Lay ikut memikirkan apa yang baru saja dikatakan kai, memang perasaannya sendiri juga tidak enak.

“mungkin saja dia sudah tidur. sekarang disana masih malam.” Jawab sehun cukup masuk akal.

“ah, benar…”

“ya mungkin saja, tapi apa tidak terjadi sesuatu pada perasaan kalian?”

~~**~~
05.00 PST |19.00 KST

Hawa dingin merasuki kulit wajah krystal pagi itu. ia terbangun karena kedinginan sejak tadi malam. ia baru saja mengalami mimpi yang sangat indah meskipun dalam kondisi tidur yang kedinginan. Urat matanya langsung menegak ketika ia terbangun. Ia lihat kesekeliling ruangan dan ia dapati bahwa dirinya tidak sedang tidur di kamar hotelnya. Jantungnya refleks berdetak dengan cepat. Ia tarik nafasnya dalam dan berusaha mengingat apa yang terakhir kali terjadi pada dirinya.

Sialnya ia tidak ingat sedikitpun. Ingatannya hanya sampai pada saat ia terakhir berbicara dengan kekasihnya melalui telefon.

‘ya tuhan, dimana ini?’

krystal bangkit berdiri menuju pintu dari kamar berukuran luas tapi tidak terlalu rapi itu. ia tarik handle pintu dan ternyata pintu kamar itu tidak bisa terbuka. Ia memandangi seisi ruangan aneh itu dengan rasa takut yang amat sangat.  jendela besar di ruangan itu juga terkunci dengan rapat. Kamar mandi yang berada di sana juga tidak memiliki akses jendela keluar. Ia kehabisan akal dan terduduk di lantai. Air matanya sudah sesak ingin keluar tapi ia berusaha untuk menahannya. Ia hanya bisa berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi dan tidak lama lagi ia akan terbangun.

Beberapa jam ia termenung sampai cahaya matahari mulai menerangi ruangan itu. ia duduk memeluk lututnya di dekat jendela. Tidak ada yang terjadi setelah ia terduduk cukup lama. Pintu ruangan itu tidak kunjung terbuka. Dan semakin lama waktu berlalu ia pun merasakan kalau hal yang sedang ia alami sekarang bukanlah mimpi seperti harapannya. Semua ini nyata dihadapannya. Kenyataan yang sungguh membingungkan pikirannya. Ia mulai merasa aneh dengan dirinya karena ia juga tidak dapat mengingat hal paling terakhir yang ia lakukan sebelum ia tertidur.

‘apakah aku sedang diculik?

Apakah ini rasanya ketika diculik?

 Di sekap di ruangan aneh dan

Menunggu dengan penuh tanda tanya…

Atau…  aku sudah mati?

Lenyap bersama bom yang meledak di museum musik itu..

Dan sekarang aku berada di alam lain yang menyerupai ruangan di dunianya nyata ini?

Atau…

Inikah yang disebut dengan neraka?’

“argh!!! Sadar lah krys, kau masih hidup dan ini jelas masih di bumi tuhan!”

Krystal berbicara pada dirinya yang mulai kehabisan jawaban untuk menjawab kebingungannya saat ini. ia ambil mantelnya yang tergantung di sisi tempat tidur. tidak ada handphone ataupun beberapa uang di dalam mantel itu.

‘MEREKA?

SIAL! PASTI MEREKA ORANGNYA! PASTI MEREKA YANG MENYEKAPKU DI RUANGAN INI!’

Sedikit menjawab kebingungannya pagi itu. krystal menemukan jawaban yang memungkin dan sedikit di terima oleh akalnya. Ia teringat kalau ia bertemu dengan dua orang yang akan melakukan pengeboman di museum musik kemarin. dan ‘kemungkinan’ dua orang itu yang sekarang tengah menyekapnya. Terlebih handphone sekarang tidak ada di tangannya.

‘apa mereka tau kalau aku merekam percakapan mereka?’

‘ah rasanya tidak mungkin!

Krystal menarik nafasnya dalam. Rasanya ia seperti habis dihujani setetes air di padang pasir. Iya, hanya setetes air.  Satu kemungkinan yang paling kuat telah terjawab oleh benaknya. Ia sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Kalaupun memang yang tengah menyekapnya saat ini dua pria itu tapi kecil kemungkinan mereka akan menghabisinya. karena bukti rekaman itu sekarang sudah ia keluarkan dari handphonenya, ia sudah menyimpan memori itu di sela- sela baju di dalam tasnya. Jadi jika mereka saat ini tengah mengidentifikasi ini handphonenya maka mereka tidak akan mendapat bukti itu.

~~**~~

“Ya, cepat bangun!” suara keras itu membangunkan key dan onew yang tengah tertidur.

“ah, hyung… kau sudah rapi ternyata,” onew memandangi max (changmin) yang berdiri di samping tempat tidurnya dan key. Pria tinggi dengan garis wajah tegas itu tampak sudah rapi dengan pakaiannya yang serba hitam.

“aku takut kalau kita terlalu lama menyekapnya ia akan mencari cara untuk melarikan diri.” Jelas max sambil berjalan menuju jendela di kamar itu.

“setidaknya kalau semalam kita ikat maka dia tidak akan bisa melarikan diri,” balas kyuhyun yang tiba- tiba saja datang dari balik pintu.

“mana mungkin kita langsung mengikatnya. Ia belum pasti bersalah.” Tambah key yang sekarang sudah bangun dan masih duduk di ranjangnya.

“ah kau segera rapikan dirimu. Ini sudah pukul 11 siang. Aku yakin gadis itu sudah bangun sekarang.” Balas max tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.

“hyung, sebaiknya kau antarkan makanan untuknya.” ujar onew yang sudah berada di pintu kamar mandi.

~~**~~

“ah kenapa kau berubah menjadi pria baik?” kyuhyun keheranan melihat  max yang tengah menyiapkan roti dan segelas susu untuk gadis yang tengah mereka sekap.  Itu pertama kali baginya melihat max mau berbaik hati kepada orang yang mereka tahan.

“ia juga manusia, butuh makan dan ini sudah hampir siang.” Jawab max sambil mengaduk segela susu.

Max pun berjalan ke lantai dua tempat krystal di sekap. Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Tiba di pintu paling ujung lantai dua itu, max mengisyaratkan kyuhyun untuk membuka pintu karena tangannya penuh oleh nampan.

“di mana kuncinya?”

“disini,” max mengarahkan matanya ke saku sebelah kiri bajunya.

Di dalam ruangan yang sudah diterangi oleh cahaya matahari itu, krystal tertidur  di atas ranjang dalam posisi duduk. max dan kyuhyun masuk dan memperhatikan gadis yang tadi malam di bawa oleh onew dan key.

“ah manisnya,” kyuhyun tersenyum jail melihat krystal yang tertidur. Ia berjalan mendekat. Max meletakkan nampan makanan itu di meja kecil di dekat tempat tidur. kyuhyun yang sudah hampir menyentuh wajah krystal langsung di cegah oleh max.

“jangan sentuh dia. dirimu terlalu kotor.” Ujar max mencengkram tangan temannya sendiri. Kyuhyun menurunkan bahunya. Lagi- lagi max berpihak pada gadis yang tidak lama lagi akan mareka habisi.

“hah…  kau benar- benar terhipnotis oleh wajahnya.”

Kyuhyun pun berdiri dan melepaskan cengkraman kuat temannya.

“kita sangat rugi jika tidak menikmatinya sebelum melenyapkannya.” Tambah kyuhyun dengan kalimat yang penuh dengan penyiratan.

“dia belum tentu seorang penguntit dan kemungkinan kita tidak akan melenyapkannya. kita menyekapnya hanya untuk membuat perjanjian.” Jelas max dengan suara yang sedikit dipelankan.

Beberapa detik kemudian krystal mulai mengerjapkan matanya. Suara- suara pria terngiang di telinganya sehingga membuatnya terjaga. Sekali lagi dalam hari itu, ia terbangun dengan perasaan terkejut dan perasaan kali ini lebih dari sebelumnya.

“siapa kalian?” refleks mulutnya bertanya dengan bahasa ibunya. Ia lupa kalau ia sedang tidak di korea saat ini.

“ah, warga negara korea ternyata! Bagus. Jadi kita tidak perlu berbicara dengan bahasa asing.” Jawab kyuhyun sambil melontarkan cengirannya ke arah krystal. krystal berusaha mengontrol pikirannya. Di hadapannya sekarang, dua orang pria korea dengan wajah yang sama sekali tidak pernah ia lihat. Ia kembali memutar memori kemarin sore dan seingatnya dua orang pria yang ia temui di museum bukanlah dua orang pria yang sekarang tengah berdiri di samping kasurnya. Krystal pun semakin bingung.

“ini makanan mu. Satu jam lagi kami kembali.” Ujar max kemudian keluar sambil menarik kyuhyun. Krystal cepat- cepat berdiri sebelum dua orang pria itu keluar tapi ia kalah cepat. Pintu itu kembali tertutup dan ia lagi- lagi harus menunggu.

“YAK!!! KALIAN BENAR- BENAR BAJINGAN! KELUARKAN AKU! KELUARKAN!!!”

Teriakan krystal di dengar oleh  kyuhyun yang masih berada di sekitar pintu.  sedangkan max sudah berlalu.

“KENAPA KALIAN MENYEKAPKU? AKU SAMA SEKALI TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN. AKU TIDAK KENAL DENGAN KALIAN DAN BISA-BISANYA KALIAN MENYIKSAKU! AKU INGIN PULANG!!! TOLONG KELUARKAN AKU!!!”

“KELUARKAN AKU!!! BAJINGAN!!!”

Semaksimal mungkin krystal mengeluarkan suaranya. Ia benar- benar tidak tahan jika harus menunggu dengan penuh kebingungan lagi. kyuhyun yang masih memegang kunci kamar itu berniat untuk masuk kembali.

Setelah krystal mengakhiri teriakannya pintu itu tidak kunjung terbuka. ia merasa usahanya sangat sia- sia.

Beberapa detik berlalu dan ternyata pintu itu terbuka. kyuhyun tampak dengan senyuman nakalnya. Krystal berniat memukuli kyuhyun dengan tangannya. Tapi pukulan tidak dapat dilayangkan. Kyuhyun mencengkram erat kedua tangannya. Kyuhyun mendekati krystal dan krystal berjalan mundur dengan penuh ketakutan. Ia sangat takut jika pria yang tengah menyengir jahat itu melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya.

Jarak krystal dan kyuhyun semakin dekat. Krystal tidak bisa lagi mundur karena sekarang punggungnya sudah menyentuh dinding.

“kau….” Kyuhyun mendekatkan mulutnya ke telinga krystal. “akan habis hari ini juga.”

Sekujur tubuh krystal bergetar merasakan hembusan nafas kyuhyun di telinganya. Kyuhyun sekarang menatap krystal dan mata jahatnya yang menggambarkan kalau ia ingin menyetuh krystal lebih jauh. krystal berusaha meronta dan menjauhkan kyuhyun dari hadapannya tapi tenaganya kalah telak dengan kyuhyun. Ia sangat sulit untuk bergerak. Tidak kurang dari satu menit lagi mungkin ketakutannya akan terjadi.

Jarak krystal dan kyuhyun bertambah dekat. Nafas krystal tertahan. Ia menggigit bibirnya sendiri. Pikirannya melayang membayangkan kenyataan pahit yang sudah berada di depan matanya. Pria di depannya menyorotkan pandangan mengerikan ke arahnya. Pria itu akan mengambil kehormatannya yang masih terjaga dengan utuh. Kehormatan yang selama ini selalu ia jaga untuk kekasihnya di masa depan. Tidak dapat ia bayangkan kalau ia akan kehilangan hal itu. bagaimana jadinya kehidupannya di masa depan?

Kyuhyun mulai mendekatkan bibirnya ke leher mulus krystal. ia meninggalkan kiss mark dan membuat krystal semakin meronta. Krysal berusaha menambah kekuatannya untuk mencegah pria jahat di hadapannya berbuat lebih jauh. Bahkan ia rasa kekuatannya sudah maksimal untuk melepaskan dirinya dari kyuhyun. Namun kyuhyun juga memperkuat cengkraman. Tangan krystal bahkan tidak bisa bergerak saat ini.

Max menyadari kyuhyun tidak berjalan di belakangnya. Sontak, ia kembali ke lantai dua dan benar saja, pintu tempat penyekapan krystal sekarang terbuka.

Satu pukulan keras melayang ke arah kyuhyun dan ia tersungkur ke lantai. Krystal yang sudah lepas dari kyuhyun langsung menjauh ke sudut ruangan.

“sudah terlalu banyak gadis yang tidak berdosa yang kau ….” Max terhenti di tengah kalimatnya.

Kyuhyun kembali berdiri sambil memegangi pipinya yang sekarang terasa memar.

“ini semua gara- gara kau, gadis sialan!” kyuhyun malah menyalahkan krystal dan kemudian keluar dari ruangan itu. krystal dan tubuhnya masih bergetar  hebat di sudut ruangan.

“ku pastikan sebentar lagi kau akan kami lepaskan. Jadi cepat habiskan makananmu. “ ujar max kemudian kembali keluar dan mengunci pintu itu.

Krystal membuang nafasnya dengan lemas. sekali lagi tuhan mendatangkan keajaiban baginya.

~~**~~

12.00 PST | 02.00 KST

4 orang pria sekarang tengah berdiri di hadapan krystal. krystal duduk di sebuah bangku kayu yang sudah tua. Perasaannya benar-benar campur aduk. ia masih ketakutan dengan kejadian  yang nyaris merenggut hal yang sudah ia jaga. Dan di sisi lain ia cukup sulit menebak apa yang akan terjadi setelah ini. entah 4 orang ini akan menghabisinya mati- matian atau justru memberikan titik terang yang akan melegakan hatinya.

“kau masih ingat dua orang ini?” max yang tampak sebagai atasan di antara 4 orang itu mengawali pertanyaannya. Ia menunjuk key dan onew.

Krystal menjawab dengan anggukannya.

“baiklah. Jawab dengan jujur.” Max membetulkan kerah bajunya dan kembali melanjutkan. “ kau seorang turis korea dan di museum musik kemarin mendengar percakapan mereka bukan?”

Krystal kembali mengangguk. Saat ini ia tidak punya pilihan selain mengikuti katanya hatinya. Ia berusaha mengungkapkan kebenaran sekalipun kebenaran itu akan menyeretnya ke lubang hitam.

“jadi untuk sementara ini kau satu- satunya orang yang berkemungkinan akan membongkar rahasia kami.” Ungkap max. sedari tadi hanya ia yang berbicara. Kyuhyun hanya berdiri dengan wajah jahatnya sambil memainkan pistol. Key dan onew  sibuk  dengan pikiran mereka masing- masing.

Krystal hanya diam tidak sanggup membuka mulutnya.

Meskipun saat ini ia duduk dalam keadaan bebas, tidak di ikat sama sekali tapi tetap tidak mungkin baginya untuk kabur. 4 pria itu pasti langsung bisa meraihnya jika ia mencoba berlari.

Max masih menimbang- nimbang kata- kata yang akan ia ucapkan selanjutnya.

“kita harus membuat perjanjian. Key, onew minta data dirinya.”

Max pun berjalan menaiki tangga, diikuti dengan kyuhyun.

Key mendekati krystal.  onew mengeluarkan mini ipad dari saku besar mantelnya. Pertama ia mengambil gambar wajah krystal dan dilanjutkan dengan mencatat data diri krystal.

“mana kartu tanda pengenalmu?”

“i….i… ni…”

~~**~~

langit cerah mulai memudar. Max, kyuhyun, onew, dan key masih berdiskusi di ruangan yang tampak seperti ruangan meeting perkantoran.

“ku pikir tidak ada salahnya jika kita melepaskannya. Ia hanya seorang gadis korea yang sedang berlibur dan tidak akan nekat membuka mulutnya ke publik di negeri ini.”

“ya. Ku pikir juga begitu. Setelah menyelidiki kamar hotelnya, aku tidak menemukan bukti apapun. Ia sepertinya tidak sengaja lewat di balkon sore itu dan kecil kemungkinan kalau ia seorang penguntit.”

Tambah onew yang mendukung pendapat max.

“dari awal aku sudah bilang kalau kita tidak perlu menyekapnya. sekalipun ia mendengar percakapan ku dan onew hyung kemarin sore tapi tetap saja kan ia tidak punya bukti kalau kita pelakunya. Biarpun ia memberi tahu publik tentang apa yang ia dengar, tapi siapa yang akan percaya padanya? Tidak ada bukti yang mendukungnya. “ ujar key yang juga sependapat.

“Ya… tentu. Ku pikir dengan mengancamnya maka misi kita tidak akan terbongkar. Aku berani jamin kalau ia bukanlah gadis yang mau bersusah payah demi menyakinkan publik dengan apa yang ia dengar. “

“apa yang terjadi dengan kalian?” kyuhyun menyipitkan matanya. Sedari tadi hanya ia yang tidak sepihak dengan 3 orang itu.

“tidak ada salahnya jika kita langsung melenyapkan gadis itu. maka kita akan tenang selamanya. “ ujar kyuhyun dengan penuh penekanan.

“kali ini kita tidak bisa membunuh orang begitu saja. Selama ini yang kita habisi adalah warga lokal yang sudah jelas akan merugikan kita. Tapi dia? Ia gadis korea, gadis yang merupakan bagian dari negara kita. Kita boleh membenci warga negara lain tapi tidak untuk warga negara kita sendiri. Bukankah misi awal kita hanya menghancurkan warga negara lain? Jadi… kita sama sekali tidak punya alasan untuk mengakhiri hidupnya.” Jelas max cukup tegas.

“untuk kali ini saja! Korea tidak akan rusuh jika kehilangan gadis itu. ia bukan siapa-siapa. Bukan gadis bangsawan korea ataupun artis terkenal.” Kyuhyun masih berusaha menguatkan pendapatnya.

“ah ayolah hyung, aku tidak tega melihat gadis bangsa kita tersiksa di luar negeri.” timpal onew.

“ah ini sudah terlalu lama. Kita lepaskan dia.” Max pun berdiri dari kursinya setelah ia merasa kalau pertimbangannya sudah matang. Sedikit penyesalan tersirat dalam pikirannya, menyekap dan memikirkan gadis itu ternyata hanya menyita waktunya. Ini semua karena  ide kyuhyun yang bersikeras untuk menangkap gadis yang diceritakan oleh onew dan key itu.

~~**~~

Krystal masih terduduk di samping jendela. Ia masih menunggu keputusan 4 orang pria yang bisa saja berubah pikiran. Mungkin mereka akan membunuhnya, atau yang lebih kejamnya merenggut kewanitaannya kemudian baru membunuhnya. Atau lagi kemungkinan paling kejam, merenggut kewanitaannya kemudian membiarkannya hidup dengan rasa tertekan hebat. itu bahkan terlalu buruk untuk ia bayangkan. Tidak sampai nalarnya jika kemungkinan terburuk itu benar- benar terjadi.

matanya sudah lelah untuk mengeluarkan air mata sejak tadi siang. pikirannya sudah lelah memikirkan kemungkinan setelah ini. ia hanya bisa pasrah kepada tuhan yang selama ini tidak pernah memberinya derita seperti ini. pintu pun tiba- tiba terbuka.

Onew dan key menggiring krystal untuk kembali ke ruangan sebelumnya. Krystal menurut dalam diam. Jiwa dan raganya sangat lelah saat ini. tubuhnya tidak bertenaga karena ia baru makan satu kali dan tekanan batin pun juga menguras energinya.

Krystal kembali duduk di kursi kayu yang tadi siang ia duduki.

“kami memutuskan untuk membiarkanmu tetap hidup.” Max ikut duduk di hadapan krystal sambil menyilang kakinya.

“tapi, jika rahasia ini terbongkar kau akan langsung lenyap.” tambah max dengan penekanan.

Krystal mengangguk lemah. “aku tidak kenal dengan kalian jadi aku tidak akan membongkarnya.”

Krystal mulai membuka suara dengan nada lemah. Sebuah titik terang mulai menyinari jiwanya. Hidupnya tidak akan berakhir hari ini.

“bagus. Sekali lagi kuingatkan, kami sudah punya data dirimu termasuk orang- orang terdekatmu. jika kau nekat membuka mulut di hadapan publik, orang terdekatmu akan ikut lenyap bersamamu.”

Krystal kembali mengangguk. Wajahnya tetap ia tundukkan.

“baiklah. Silahkan pergi.” Max pun mengakhiri kalimatnya. Krystal mengangkat wajahnya dan memandang max untuk satu detik. Sebuah perkataan yang sudah ia tunggu sedari tadi. Matanya berbinar karena masih sulit percaya dengan apa yang ia dengar.

Ia pun berdiri dan cepat- cepat berjalan mencari pintu keluar dari ruangan itu.

Namun…

“tunggu,” krystal terhenti mendengar satu kata itu. dadanya kembali bergemuruh. Apakah mereka mempermainkannya? Apakah mereka belum puas setelah menekan batinnya? Apa lagi ini?

Krystal tidak berani menghadap kebelakang. Max, onew, dan key mengerinyikan kening mereka. mereka melontar pandangan kepada kyuhyun.

“ini kenang- kenangan dari kami.”

DOR!!!

~~**~~

Dengan sisa- sisa kekuatannya krystal berusaha berlari di tengah rasa sakit yang tidak kunjung menjauhinya. Darah terus mengucur dari punggung sebelah kanannya. Tangan kirinya yang memegangi daerah tembakan  ikut bergelimang darah. ia tidak tau sedang di daerah mana ia malam itu. daerah itu sangat sepi dan banyak bangunan tua yang gelap di sekitarnya. Ia hanya berlari dan berharap menemukan keramaian. Cukup lama ia berlari, cukup banyak darah yang telah keluar dari tubuhnya, tapi apa yang ia harapkan belum juga berada di depan matanya. Semakin ia berlari semakin tidak menentu arahnya saat ini. doa yang sedari tadi ia panjatkan dalam hatinya tidak kunjung terkabulkan.

Larinya mulai melambat, tubuhnya yang dari tadi sudah lemah sekarang semakin melemah. Ia pikir ia akan mati mengenaskan saat itu juga. tuhan memang tidak akan memberikan bantuan secara gamblang seperti yang ia tahu, ia memang harus berusaha mempertahankan hidupnya yang masih panjang. Namun usahanya semakin lama semakin sia- sia, titik terang itu tidak kunjung menghampirinya. Ia merasa ia bukan berlari ke surga tetapi malah ke neraka. Dengan tenaga yang sudah tidak sanggup ia pertahankan lagi, ia terduduk di tepi jalan gelap itu. ia berpikir bahwa ia sudah siap untuk mati. Dan di saat- saat seperti itu, saat ia mencapai titik terlemahnya, sebuah cahaya  akhirnya datang dari sisi belakangnya. Cahaya itu datang dari sebuah mobil yang di kendarai oleh seorang pria. Pria itu terkejut bukan main ketika melihat wanita, seorang diri, sekarat di dalam kegelapan malam.

Sejak malam itu, minho tidak pernah hilang dari ingatan krystal. ia menjadi malaikat yang membawa setitik cahaya terang ketika kehidupan krystal sudah hampir gelap untuk selamanya.

FLASHBACK END

/tarik nafas/ fiuffh….  cukup susah menulis flashback ini karena aku kebingungan sekali merangkai kata- katanya. Kali ini rasanya aku kurang berhasil nulis ff L . ALUR CERITA YANG AKU MAKSUD KURANG TERSAMPAIKAN L. banyak hal yang harusnya lebih di jelaskan lagi . Sebenarnya, harus ada tambahan” lagi tapi pikiran aku benar- benar lelah (?) selama menulis ff ini, gagasan- gasasan berbeda berdebat dalam pikiran aku, aku sulit menentukan gagasan mana yang harus dipilih. udah ngetik satu paragraf, terus dihapus lagi, diganti lagi kalimat dan alurnya, terus ya kek gitu tiap sampai di paragraf yang membingungkan. Haft…

Maaf jadi curcol.

Hm… kalian yang udah baca boleh bacot author di kotak komentar atau mention ke twitter (@HareTa_mi) juga ga papa…

Oh ya, ikuti terus update-an tulisan aku (terutama di www.haretami.wordpress.com ) karena bisa jadi akan ada ff lainnya yang masih berkaitan ^^

5 responses to “Unpredictable Moment

  1. aku suka banget sama FF ini,, ini udah bagus ko
    ini si max suka ya sama krystal? terus si kyuhyun jahat banget sama krystal
    pertanyaa pas si kyuhyun nembak si krystal emang max, onew, sama key ga nolongin?
    FFnya overall bagus kok
    next cerita ditunggu ya chinggu ^^

    • hm… ga terpikir sih sama aku si max suka ama krysal, soalnya jauh umurnya/?

      nah itu tuh, lagi” aku ga mikirin onew,key,max nolongin krystal, langsung skip aja hehehehe .-.V

      oke makasih banyak ya,
      iya mudah” ada another storynya ^^

    • heum… maunya sih iya. cuman aku belum sempat aja, sekarang masih nyari” waktu/? #soksibuk
      pokoknya tunggu aja deh, up to date terus sama blog ini ^^
      makasih ya udah baca dan komen

  2. Waa ada ChangKyu, emang cocok sih kalo mereka jadi penjahat, tapi Key sama Onew bener” gak cocok jadi penjahat😀
    Sebenernya apasih yg diomongin KaiStal waktu telfonan penasaran sama bagian yg itu ?
    Another storynya ditunggu ya😉

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s