Are You Still Alive?

Hey mungkin terlalu naif dan berlebihan kalau berpikir mereka yang entah mengapa bisa kesasar membaca tulisanku begitu menanti- nantikan lanjutannya. apalagi aku dalam kondisi hiatus yang tidak menentu kapan saja baliknya ditambah lagi tidak memberi gambaran yang jelas mengenai keberadaanku. (oke, ini berlebihan.) aku memang males aja mengumbar- ngumbar dengan jelas alasan real mengapa aku tidak aktif lagi di blog ini, tidak lagi menulis fanfiction yang kalau sekarang aku merasa itu sungguh alay dan entahlah…. aku sungguh kekanak- kanakan karena berimajinasi kemudian menulis fiksi itu.

memang beberapa reader cukup tersanjung dan terhibur dengan cerita- cerita fiksi khas remaja itu bahkan sampai detik ini masih banyak yang belum aku balas pujiannya, sapaannya, permintaan passwordnya, permintaan follbacknya, dan semacamnya. “Hey, sesibuk wanita karir kah elo yang baru kelas satu sma? mencet follow aja udah sebulan masih belum sempat, huh.” HEY! aku tersadar detik ini juga, saat menulis ini, mengapa aku tidak kunjung mem-follback reader itu? bukankah ia ingin kenalan dan meminta password karena begitu mengharapkan sebuah tulisan yang bagiku tidak terlalu berarti tetapi berarti lebih bagi jiwa penasarannya?! oke, habis ini aku akan kasih tau reader itu.  Mungkin!

Aku menyadari bukan dimana tempatku berada sekarang yang membuatku tidak bisa aktif lagi blogging atau setidaknya menulis hal- hal ringan tetapi pemikiranku yang terlalu mengelu- ngelukan bahwa tempat itulah yang membentengiku untuk memasukkan username dan password ke site ini. seperti yang pernah aku tweet, “Ternyata ada tempat yang bisa mematikan hobi lama.” Kira- kira begitu bunyinya.

Terdengar jelas bahwa masalahnya menurutku gara- gara tempat –tempat tinggal baruku, bukan aku-nya. Meskipun jika aku bisa berpikir dari segala sudut bahwa tempat itu sama sekali tidak salah tetapi aku sendiri yang salah. aku yang masih belum menemukan cara untuk menyempatkan diri sekedar menulis satu halaman per minggu atau sekedar men-cek blog mati ini.

jadi permasalahanku, aku tidak terlalu mengenal diriku sejak perpindahan tempat tinggal dengan kondisi yang cukup drastis –yang memutar segala aktifitas lamaku, tertinggal hanya bayangan- bayangan yang sulit untuk ditarik kembali. aku sulit mengenali bagaimana aku sekarang. ku pikir aku sudah beradaptasi tetap adaptasi itu mengubahku dan aku tidak mengharapkan perubahan yang ‘satu’ itu.

yang sangat membingungkan dan butuh jawaban pasti adalah aku tidak tau apakah prinsip dan komitmen yang kujaga ini sudah ku jalankan dengan benar atau tidak, sikap dan disiplin yang terus kugali apakah lurus atau tidak, manajemen yang kubuat betul atau salah besar, dan … entahlah aku bingung. bertambah bingung seiring bertambahnya umurku. karakterku sudah terbentuk saat ini dan aku masih belum mengenali apakah itu cukup bagus atau tidak.

sedikit mengumbar kenyataan, aku masih dan masih berpikir apakah keadaanku yang ‘cepat’ ini egois atau disiplin?

itu pertanyaan terbesarnya dan bagiku dan kira- kira begitulah kondisiku sekarang. berlari tanpa tau harus mencari kemana jawaban atas tanda tanya mengenai diriku sendiri.

jadi dengan kondisi ‘diri’ yang tidak bisa dibilang beres seperti sebelumnya bagaimana mungkin aku melanjurkan menulis fiksi yang seharusnya sudah ada lanjutannya bahkan sudah tamat?

Ya, begitulah. aku tidak bisa. tiga kata itu tampak terdengar dari mulut pecundang. karena banyak orang dewasa yang mengelu- elukan bahwa tidak ada yang tidak bisa di dunia ini. tapi inilah kenyataannya setelah kupikirkan setiap saat disana. tempat itu, sekalipun aku memiliki ruang dan waktu tetapi tidak berarti jika aku kehabisan inspirasi. entah mengapa aku tidak bisa menulis barang 3 paragrafpun untuk menghidupkan blog ini ‘disana’. tulisan ini aku tulis di tempat lama, dimana biasanya aku menulis berchapter- chapter fiksi setiap malamnya bahkan sampai subuh sekalipun. sesejuk apapun tempat itu aku tetap merasa inspirasiku tersedot entah oleh apa, otak dan tubuhku terprogram untuk melakukan aktifitas yang sesuai dengan yang disana, dan untuk menulis atau blogging 5 menit saja rasanya sangat berat. Entah kenapa. Semoga waktu cepat mengubah keadaan!

 

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s