[Review] Meter/ Second (I)

[Review] Meter/ Second (I)

 

METER

Meter/Second. Dari judulnya cukup menarik dan antimainstream. Nggak mainstream seperti judul novel kebanyakan yang kurang lebih judulnya seputar love at first … or my first … or love in bla bla or bla bla. Satu hal yang membuat aku langsung tancap gas, langsung menjulurkan tangan dengan kemiringan 45 derajat ke arah rak novel tempat novel ini diletakkan karena pengarangnya. Debbie Widjaja. Jadi awal sebenarnya bukan judulnya yang menarik tanganku untuk membeli novel romantika remaja dengan kisah cinta mainstream ini tapi karena penulisnya sendiri. Aku kenal (tahu) Debbie Widjaja karena membaca Follow @MerryRiana, karangan Debbie Widjaja juga. Bukunya yang satu itu lah yang memperkenalkan aku kepada Merrie Riana, Motivator Wanita Nomor Satu Se- Asia dengan penghasilan Satu Juta Dolar di usianya yang masih 26 tahun. Jadi berhubungankah novel motivasi dengan novel cinta remaja kali ini? Ya kurang lebih begitulah.

Dalam novel Meter/Second ini, Debbie Widjaja hanya menulis ½ bagiannya, bagian Meter-nya, yang separuhnya lagi ditulis oleh Kent Sutjipto. Sampai detik ini aku baru baca Meter-nya aja karena tergiur dengan buku lain dan memilih menunda sesaat membaca part Secondnya.

Bagian “Meter” berkisahkan tentang Filia Graciel yang sekarang menduduki Year 12 di Unity International School. Ia mempunyai dua sahabat yaitu Rhea, cewek yang 100% bisa menjadikan cowok yang ditaksirnya sebagai pacarnya meskipun endingnya cowok- cowok itu dengan naas diputusin dan Irvandy, Si idung besar, entah mancung atau besar kaya orang jerawatan aku juga nggak jelas soal sahabat Filia yang satu ini.

Persiteruan berawal ketika Jason (as known as Jae Sung) merembes kembali dalam aliran kehidupan Filia. Jason diketahui sebagai cinta pertama Filia, saat ia masih ingusan sekitar kelas 4 SD. Mereka bertemu di lapangan bermain dekat rumah mereka dan jadi sahabat kecil yang cukup dekat ketika itu. sampai suatu ketika, saat Jason pindah rumah, persahabatan anak kelas 4 SD (Filia) dengan anak SMP (Jason) itu kandas di tengah jalan. Filia sempat sudah melupakan Jason karena ia juga disibukkan dengan kehidupan SMA-nya dan sahabat barunya, sampai suatu siang, ketika ia menabrak Jason di kantin sekolahnya –itulah pertemuan kedua mereka setelah sekian lama berpisah dari masa lalu.

Kedatangan Jason ke Unity International School cukup menggemparkan sekolah, terlebih cewek- cewek ababil mulai dari anak year 10 (newbie) sampai ke yang udah uzur dan mau lulus (year 12), melebihi gemparnya kedatangan bapak- bapak penjabat yang akan bermurah hati memberikan bantuan untuk pembangunan toilet 2 miliyar. Jason ternyata direkrut menjadi guru MD (Modern Dance) untuk mengisi waktu luangnya sebelum melaksanakan Ko-as di Indonesia.

Rhea, sudah pasti ia akan langsung jatuh hati kepada Jason yang kala itu memperkenalkan dirinya dengan nama aslinya, Jae Sung. Filia memang sudah menduga hal ini akan terjadi, Rhea tentunya tidak akan tahan dengan sesosok Jae Sung, sesosok manusia korea yang sekarang sedang diimpi- impikan remaja- remaja kebanyakan.

Lama kelamaan, setelah berbagai kejadian manis dan pahit berlalu, Filia tidak tahan dengan kelakuan sahabatnya, Rhea. Sikap Rhea yang selalu menomor satukan keinginannya diatas segalanya, termasuk perasaan orang lain membuat Filia akhirnya mengakui kalau ia juga mencintai Jae Sung (Jason), ia mengakui cowok korea itu sebagai cinta pertamanya, sejak dahulu.

Beberapa hari lamanya, pengakuan itu membuat Filia dan Rhea saling mendiami. Tidak ada yang tahu dan menyadari diamnya dua cewek itu. termasuk Irvandy. Beberapa hari berlalu, ketika Filia tidak disibukkan oleh aktivitas apapun, ketika ia tengah menghadapi masa libur panjang setelah kelulusan, ia mendapati kabar bahwa Rhea akhirnya berpacaran dengan Jason (Jae Sung), Jason telah menetapkan hatinya, memilih Rhea daripada Filia.

Sesak yang memilukan. Filia mematung melebihi patung normal sekalipun. Hatinya sudah hancur dengan sempurna. Melebur bercampur darah, luka, dan silet tajam. Terasa begitu menyesakkan untuk gadis seusianya, meskipun biasanya ia cukup dewasa untuk menangani berbagai masalah kehidupannya. Beruntung, disaat ia membutuhkan ada sesosok yang menemani hatinya yang terluka, yang mengisi hari- harinya dan membawanya untuk lebih dewasa.

Hans. Vokalis baru bandnya. Cowok Year 11. Berhari- hari, bahkan berbulan- bulan ia menghabiskan hari untuk mengisi kekosongannya bersama Hans. Cowok itu mengajaknya ke sebuah panti asuhan, Prima Unggul. Sebuah panti yang tergolong visioner dan tidak monoton tanpa arah dan tujuan seperti panti klasik pada umumnya. Filia menemukan banyak makna kehidupan setelah beberapa bulan ia mendatangi panti tersebut. Ajakan Hans ternyata sangat memberi nilai dan pengalaman berarti bagi kehidupannya.

Waktu berlalu begitu cepat. Pertemuan terakhir dengan Hans berakhir di studio band yang sering mereka kunjungi dan berada tidak jauh dari rumah Filia. Malam itu, Filia mengungkapkan jawabannya atas ungkapan perasaan yang diakui Hans di malam sebelumnya, di atas Trans Jakarta. Filia hanya bisa menganggap Hans sebagai sahabatnya,sebagai cowok yang asyik diajak berbicara, memiliki banyak kesamaan dengannya.

Hari itu datang. Hari ketika akhirnya Filia harus berangkat ke Seattle, Washington untuk melanjutkan pendidikannya. Ia sudah berbaikan dengan Rhea setelah Rhea mengakui bahwa ia telah putus dengan Jason, tepatnya diputuskan Jason karena mereka mendapati bahwa sifat yang sama, ibarat kutub magnet yang sama, tidak akan bisa saling tarik menarik. Filia pun juga telah mengungkapkan perasaannya kepada Jason, perasaan cinta yang tidak dapat dideskripsikan karena baginya, Jason ternyata hanya kenangan yang indah. Ia berangkat hari itu, diantar oleh keluarganya, dan juga sahabat tebaiknya, Rhea dan Irvandy.

Filia memulai lembaran baru. Hatinya lega setelah ia meninggalkan kisah- kisah lamanya tanpa beban. Ia sampai di bandara Washington DC dan dijemput oleh sahabatnya yang setahun lebih dulu tinggal di seattle, Agustin.

Yap itu aja sih ceritanya bagian Meter. Mungkin bagian Second akan aku baca dulu dan baru aku review (kalo sempat). Overall, dari awal sampai akhir menurut aku novel itu adalah satu novel dengan gaya tulisan yang aku banget. Bagaimana enggak coba? Tulisannya dan gaya penulisnya menurut aku anak RP banget. Roleplayer. Iya, menurut aku sih gitu. Buat kalian- kalian yang biasa berkecimpung, kicau sana- sini sampe busaan di Roleplayer pasti ngerti maksud aku. Ini bahasa benar- benar bahasa sehari- hari aku dulu, ketika hidup di Role Player World. Iya dulu, dulu doang sih. oke, see you next time…

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s