Pelajar Identik dengan Kegalauan dalam Belajar

Salah satu alasan gue menulis postingan sejenis ini di blog seperti ini karena memang sekarang momen gaya hidup gue seputar beginian. Momennya nggak lagi kepop-kepop-an seperti ketika smp. Yah namanya juga udah ganti sekolah, udah ganti seragam lagi. Kecendrungan dan konsentrasi pun juga ternyata berubah haluan.

Di sekolah gue, sekali lagi gue nyebutin sekolah atau sma negeri tempat gue sekolah yang ada asramanya, itu disana memang gue menyadari bahwa kegalauan kami (red: dormitory students) itu memang seputar kemajuan hidup. Salah satu diantaranya adalah seputar belajar. Yah apa lagi coba yang harus gue galauan sebagai siswa yang sehariannya itu- itu aja? Yang kesehariannya udah diprogram oleh pembuat program alias guru- guru yang canggih sedemikian rupa untuk melakukan hal yang sama setiap harinya, selama 1000 hari? (horor/?)

Singkat cerita, biasanya anak- anak disekolahan gue itu kerjaan sehari- harinya ya bangun pagi, berangkat sekolah, pulang sekolah belajar lagi (sore- sorenya atau pergi les) dan malamnya juga belajar. Makan tinggal makan, mandi tinggal mandi. Nyuci yah nyuci aja sendiri. Sorenya nggak ada gangguan seperti kalau tinggal di rumah (antara pulang sekolah itu nonton tv dulu atau ganti seragam dulu atau langsung ngidupin laptop).  Ya benar, begitulah kegiatan gue. Kecendrungan untuk huru- hara seperti di laptop itu udah berkurang malahan sampai ke titik nggak berminat (kadang- kadang) karena memang lebih ngeh ke belajar, dari pada main- main. Azek. Bagus dong kalo gitu. Iya bagus emang.

Tapi, dibalik keseharian itu, dibalik dominasi waktu yang gue gunakan untuk belajar disana terselip kegalauan sehari- hari yang isinya seputar belajar. Iya, rasanya setiap hari itu, kadang gue merasakan kalau gue masih belum berkualitas belajarnya. Ber-kuantitas pun belajar gue tapi kalo perihal kualitasnya bukanlah hal yang ada di nomor satu gimana?

Ya setelah browse sana sini, terutama ngacakin hipwee.com gue lumayan dapat pencerahan dan inspirasi. Gue jadi tau sendiri gimana mengatasi masalah- masalah diatas. Gue sadar konsep belajar yang sesungguhnya itu kaya apa.

  1. Niatkan belajar itu agar kita lebih mengetahui banyak hal. Agar kita menjadi orang yang berpengetahuan. Agar kita lebih dari orang yang tidak belajar. 

Ini hal pertama yang gue sadari. Selama ini memang konsep belajar gue agak miring belasan derjat, gue cendrungnya dulu (smp) belajar itu biar tetap mempertahankan rangking dan diterima di sma favorit setelahnya terus kuliah di itb. Dulu gue cuman sampai situ orientasinya. Tapi syukur deh sekarang pas udah sma gue sadar betul kalo belajar ya untuk belajar, belajar bukan untuk nilai. Nilai memang penting, karena nilai itu angka yang menunjukkan berada dimana posisi kita sekarang, bagaimana grafik pengetahuan yang ada dalam diri kita. Tapi yang terpenting ya belajar untuk belajar. Itu.

  1. Jadikan belajar itu sebagai sebuah hal yang menyenangkan (meskipun ini kadang begitu pahit untuk dikatakan) 

Pokoknya gue berdalih, gue harus senang belajar, karena dengan belajar gue akan jadi orang yang berpengetahuan luas, otak gue akan bertambah lipatannya dengan belajar. Entar pas udah gede, pas udah kerja, kan keren kalo lo masih ingat atau setidaknya pernah tau tentang bagaimana minyak bumi itu terbentuk atau bagaimana jepang menghapuskan amunisi pengaruh belanda di Indonesia. Intinya jangan bosan belajar sejarah apalagi kimia. Dan juga pelajaran- pelajaran lainnya. Seperti ekonomi. #ngaco

  1. Kualitas belajar baru akan didapatkan setelah lo benar- benar paham konsep materi itu dan latihan soal yang cukup 

Kadang gue memang malas baca uraian materi apalagi misalnya materi di buku fisika, gue biasanya bolak- balik buku materi itu bentar, liatin beberapa rumus dan langsung tancap ke latihan soal. Gue berdalih makin cepat gue ngerjain latihan soal maka akan makin banyak soal yang bisa gue bahas dari yang lainnya. Iya disitu ketimpangannya. Justru konsepnya yang gue lewatkan. Jadinya kan kalo teori itu sendiri yang nggak gue baca entar bisa aja gue akan kebingungan ketika ada permasalahan yang berbeda. Mau jalan ke arah mana coba?

  1. jangan malu bertanya karena yang rugi juga lo sendiri kalo masih mikirin urat malu.                                                        

Kalo nggak ngerti ya bilang nggak ngerti, gak perlu gengsi karena lo masih belum ngerti. Semua orang di lokal lo juga belajar, dan diantara yang di lokal itu emang ada yang cepat nangkapnya atau lambat. Nggak usah malu sama yang nangkapnya cepat, sedangkan lo nggak kunjung paham setelah diterangin. Pokoknya tanya aja. jangan sok- sok udah ngerti kalo ditanyain guru masih ada yang belum ngerti. Dengan bertanya, lo bisa fix-in itu konsep sehingga kedepannya nggak kewalahan. Ya pokoknya begitulah, malu bertanya sesat diujian kelak.

  1. Woles, enjoy 

Iya, belajar itu jangan terlalu baper. Jangan sampai tertekan juga. Happy aja. jalani semuanya. Nikmati proses. Jalani hari- hari belajar yang kadang turun kadang naik. Segitu nilai lo berarti segitu kemampuan yang udah lo asah selama ini. tinggal bagaimana langkah lo kedepannya,bagaimana lo menyikapi kekurangan lo,dan bagaimana lo menjalani semua alur kehidupan itu dengan menyenangkan.

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s