Explore Jawa Timur #1

Explore Jawa Timur #1

  1. Wisata Paralayang dan Omah Kayu

Tempat pertama yang gue kunjungi adalah Wisata Paralayang dan Omah Kayu. Jaraknya atau waktu tempuhnya kira- kira 40 menit dari Kediri. Kalau ekspektasi  selama di perjalanan sih bakal ngeliat banyak Parasut di langit- langit tempat itu dan siapa tahu gue tertarik dan ikutan naik Paralayang. Wih. Pasti bakal jadi pengalaman tak terlupakan di Jawa Timur. Eh tapi, kayanya gue datang di waktu yang kurang tepat minggu itu. Karena habis hujan bahkan mau hujan, cuaca mendung, langit berembun, tanah becek, ternyata hari itu sama sekali tidak ada orang yang main Parayalang. Yasudah. Gapapa. Gue dan teman- teman lainnya juga sepupu gue lanjut jalan kaki ke Omah Kayu.

Ada banyak rumah kayu yang dibangun di tempat ini, tepatnya ada banyak spot berfoto jadi tidak terlalu antre untuk mengambil gambar elo sedang berdiri atau beraksi di spot rumah kayu. Selain itu di rumah kayu ini lo juga bisa nginap, seingat gue satu pohon gitu ada 1 kamar ditambah balkonnya. Bisa dibayangkan sensasinya menginap di tempat semacam ini. Untuk biaya masuk ke Omah Kayu ini cukup bayar 5 ribu rupiah dan untuk menginap mungkin diatas 200 ribu rupiah per malam.

Oh iya, wisata Paralayang dan Omah Kayu ini berada di satu lokasi. Selain 2 tempat ini, saat masuk desa lokasi lo juga bisa menemui wisata memetik buah Stroberi dan makan sepuasnya asalkan nggak di bawa pulang. Cuman sayangnya lagi waktu gue melewati tempat itu, stroberinya nggak lagi musim.

  1. Air Terjun Coban Rondo

Tempat selanjutnya adalah Air Terjun Coban Rondo kira- kira 20 menit dari Wisata Paralayang. Disini elo bisa merasakan udara yang sejuk nyaris dingin dan pemandangan tumbuhan hijau yang sangat segar. Mendekati air terjun udaranya semakin dingin ditambah bunyi air terjun yang cukup deras.

  1. Taman Labirin

Tempat ini masih disekitar air terjun Coban Rondo. Tempat andalan disini tentunya Hutan Labirin yang berlika- liku dan jalannya terlihat sama ketika elo mencoba masuk di dalamnya. Saran gue kalau elo ke taman ini sebaiknya bawa rombongan biar ketika elo di dalam labirin ada teman yang bisa motoin dari atas menara khususnya, yang disediakan memang untuk mengarahkan kita kalo tersesat di dalam labirin atau untuk ngambil gambar lo ketika di dalam labirin. Tiket masuknya cukup 10 ribu saja.

Selain itu disini juga ada wahana lainnya seperti olahraga panah, sepeda couple, berkuda dll.

  1. Brawijaya

Setelah puas bermain di Taman Labirin gue dan rombongan kembali ke bus dan destinasi selanjutnya adalah toko oleh- oleh Brawijaya. Gue nggak tau ini tepatnya berapa menit dari Coban Rondo karena udah kelelahan dan tertidur, apalagi jalan- jalannya bulan Ramadhan jadi nggak ada jajan apapun di tempat wisata.

Di toko Brawijaya (Jl. Diponegoro no.86 Kota Batu)  ini lo bisa beli oleh- oleh khas Batu mulai dari segala jenis keripik buahnya yang terkenal, atau camilan- camilan jenis lainnya, ada juga Bakpia khas Batu yang beda lagi sama Bakpia Jogja, kemudian ada juga cendramata, pakaian batik atau kaos khas daerah, sandal, sepatu, tas, pokoknya lengkap deh. Harga di tempat ini menurut gue juga nggak teralu mahal, mungkin karena gue terbiasa merasakan harga- harga mahal di Sumatera Barat kali ya.

  1. Museum Angkut + Museum Topeng + Pasar Apung

Destinasi ini adalah tempat paling berkesan bagi gue karena disini wahananya banyak banget tepatnya spot foto disini ini kebanyakan sehingga waktu gue nggak cukup untuk menjamah keseluruhan tempat ini. Selain karena gue datang ke sini sudah kesorean, sekitar setengah 4, waktu berbuka di Batu pun juga jelas lebih cepat daripada ketika gue di Padang. Jadi gue cuman bisa menikmati tempat ini 1,5 jam saja.

Di awal masuk lo akan merasakan suasana departure ketika naik pesawat, pas beli tiketnya udah kaya beli tiket pesawat dan pas masuknya itu nggak sampai juga sih kaya check in bandara. Cuman petugasnya aja yang kaya petugas bandara. Tiketnya kalau hari biasa 80k dan hari minggu 100k.

Ketika memasuki museum ini, elo akan disugukan oleh berbagai macam kendaraan mulai dari kendaraan tradisional seperti kereta kuda, motor kuno dan motor modern serta mobil kuno dan juga mobil modern. Di tempat ini elo bisa berfoto bebas di dekat kendaraan- kendaraan itu tapi sayangnya nggak bisa naik ke atasnya. Secara keseluruhan koleksi kendaraan museum ini lumayan bagus- bagus dan reality. Ada 3 favorit gue di lantai satu ini yaitu mobil pertama Bapak Soekarno Hatta, Patung Mahatma Ghandi, dan Mobil Chevrollet.

Di lantai atasnya masih seputar kendaraan dengan latar belakang daerahnya, replika kapal pesiar, tayangan- tayangan mengenai sejarah kendaraan di dunia maupun di indonesia dll. Di lantai 3 adalah tempat terbuka dimana disini ada berbagai jenis pesawat dan helikopter yang bisa dinaiki dan kafe bernuansa pesawat terbang. Nah disini lo bisa merasakan naik pesawat sekalian jadi pilot. Tepatnya berfoto jadi pilot lengkap dengan pakaiannya. Cuman foto pakai baju pilot ini antrenya cukup panjang jadi gue waktu itu cuman naik helikopter tanpa pakai baju pilot yang nggak terlalu banyak peminatnya.

Selain itu dilantai tiga ini lo bisa ngeliat keindahan kota Batu, dari sini viewnya adalah perumahan- perumahan yang tampak senada. Kalau mau lebih tinggi lo bisa naik menaranya dan lebih jauh lagi view yang bisa elo lihat, sekitar 850 m dari permukaan tanah.

Kemudian gue turun ke wahana lainnya dimana ada replika- replika kota Eropa dan Amerika yang serasa elo juga lagi di Eropa. Ini lumayan bagus dan menginspirasi gue pribadi untuk lebih giat berusaha agar suatu saat bisa ke Eropa. jiahaha. Amin!!!

Nah kalau lo menyusuri tempat lainnya, ada Pasar Apung lengkap dengan sampannya yang bisa elo naiki, terus ada warung- warung tradisional dengan makanan jawa gitu, ada juga kedai- kedai cendramata, ada juga restoran kapal pesiar gitu dan masih banyak lagi. Nggak cukup rasanya ke tempat ini kalau Cuma 1,5 jam. Rekomendasi gue sih pergi ke tempat ini dari siang hari biar puas ke semua tempatnya.

  1. Alun- Alun Kota Batu

Seperti biasa, setiap kota ada alun- alunnya dan alun- alun kota Batu yang gue jumpai ketika tanda berbuka sudah terdengar ini sangat menarik. Semakin bagus lo datangi di malam hari karena ada berbagai patung- patung bercahaya yang unik di alun- alun ini. Selesai berbuka puasa dengan bakso khas Malang yang mengeyangkan ditambah jajanan sosis yang menggiurkan di tepian alun- alun gue pun duduk- duduk melihat area sekitar alun- alun sampai waktunya gue dan rombongan harus kembali ke Kediri.

Ya itulah perjalanan menyenangkan gue di bulan ramadhan tahun ini. Ternyata asyik juga jalan- jalan ketika berpuasa, jadi biaya bisa diminimalisir, dan lebih banyak tempat yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Semoga tahun- tahun selanjutnya gue bisa mengunjungi berbagai kota di Jawa Timur lagi dan pastinya pergi ke Bromo. See you.

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s