Saat Ditanya Passion

Taman Monjali - Jogjakarta

Taman Monjali
– Jogjakarta

Passion atau yang biasa gue maknai sebagai bakat dan minat seseorang adalah suatu hal yang jika ditanyakan akhir- akhir ini akan sulit bagi gue untuk menjawabnya. Gue sepanjang hari, tepatnya semenjak gue tau gue dapat kuliah dimana, gue terus memikirkan tentang hal ini. Gue sama sekali gak bisa jawab, apalagi kalau disuruh satu passion doang.

Dari ketiadaan gue menjawab pertanyaan yang terkait dengan diri gue sendiri, gue berpikir apa sebenarnya faktor penyebab semua ini. Gue putar ulang kehidupan yang telah gue lalui tahun- tahun sebelumnya terutama masa SMA. Ternyata pantas aja gue gak bisa jawab passion gue apa, karena gue bisa dibilang gak melakukan satu jenis hobby apapun ketika SMA. Rugi banget kan? Iya rugi!

Nah tapi yang bikin hal ini sangat disayangkan adalah ketika tahun- tahun sebelum SMA dimana gue bisa menjawab pertanyaan ini dengan mantap. Gue pas SMP dengan gamblang jawab passion/skill/hobby gue adalah Art Design (Especially Photoshop) dan menulis fiksi (Blogging). Waktu itu gue dengan mudah bisa mengenal passion/ hobby/ skill gue karena memang sepanjang 3 tahun SMP gue menghabiskan waktu setiap harinya untuk menyalurkan kedua bakat tersebut. Pulang sekolah gue langsung laptoping, design orderan poster (meskipun cuman gratisan ke sesama author yang butuh cover) dan melanjutkan menulis fiksi bahkan sampai larut malam (saking hobinya). Dulu gue jelas aja gak gampang jenuh dan bosan dengan 2 aktivitas tersebut, karena dulu itu ya, gue rasanya punya kebahagian selayaknya orang yang menjalankan hobbynya.

Meskipun perkembangan passion/hobby/skill gue selama SMA tidak sebaik ketika gue SMP, tapi moment SMA gue gak juga soal belajar melulu. Gue ingat kalau gue punya beberapa tanggung jawab yang harus dijalani kurang lebih 2.5 tahun di SMA. Gue sadar kenapa ada hobby yang harus dikorbankan di waktu- waktu gue SMA. Karena pas SMA gue dari kelas 10 itu ikut organisasi di dormitory dan juga di sekolah. Gue sadar betul, 2 jenis organisasi yang berbarengan itu ternyata menggantikan waktu- waktu senggang gue. Apalagi dimasa- masa banyak event sekolah ataupun event dormitory. Selain itu, di SMA gue terkhususnya di dormitory ada banyak kegiatan/pertemuan continue setiap minggunya yang tanpa gue sadari ternyata gue sekarang cukup pintar ngomong di depan umum.

Itu adalah suatu hal yang gue syukuri sampai saat ini. Gue SMP memang tidak mendapat wadah untuk organisasi tapi di SMA itu cukup kebanjiran dan bikin gue capek juga. Banyak sekali momen SMA yang ternyata mengubah gue menjadi orang yang lebih mudah berinteraksi kepada berbagai orang. Setelah SMA pun gue malahan merasa lebih mudah di suruh menyalurkan gagasan lewat mulut daripada lewat tulisan. Kalau disuruh milih antara nulis essay atau adu argumen, maka gue bakal milih yang kedua.

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan pola pikir, gue menyadari kalau ketika kuliah, menulis itu adalah hal yang penting. Karena dimana- mana kita akan disuruh menulis, menulis proposal, menulis makalah, menulis essay dan lomba- lomba freelance yang terbuka lebar ketika kuliah pun rata- rata semuanya adalah skill menulis.

Kembali ke passion, gue tipe yang saat ini pengen punya passion menulis. Gue pengen banget bisa menulis essay dengan enteng, tanpa perlu mikir ribuan kali untuk satu paragraph doang (saking sulitnya gue menulis essay).  Gue juga menyadari kalau menulis fiksi yang dulu sangat gamblang gue lakukan ternyata berbeda jauh dengan menulis essay. Menulis fiksi itu jelas aja sesuka otak lo mau bikin alur dan lompat- lompat seperti apa. Tetapi untuk essay, ada aturan sistematis dan structural yang harus berkolerasi dengan tema yang lo pilih. Nah itu adalah tantangan besar bagi gue saat ini. Gue udah coba nulis essay berkali- kali, bahkan gue juga udah browsing material yang banyak sebagai referensi essay, tetapi entah gue yang terlalu perfeksionis atau gue yang ketika menulis setiap paragraph pikirannya suka lompat jauh hingga tulisan gue tidak structural, essay gue jadinya gak jadi- jadi.

Harapan gue sederhana, gue hanya pengen jadi orang yang gak mudah bosan dan wbstuck dalam menulis. That’s all.

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s