Nonton Pawai Budaya Jogja

20161007_204442.jpg

Jum’at lalu, tepatnya 7 Oktober 2016 Jogja maghrib kembali diguyur oleh hujan yang cukup deras dalam waktu yang terbilang tidak singkat. Gue dan beberapa teman- teman industri dari sehabis UTS—kamis, udah merencanakan untuk pergi lihat Pawai Budaya Jogja. Awalnya sempat batalin aja planning ini karena emang rasanya nggak mungkin pergi, tapi menjelang jam 19 ternyata hujan mulai mereda dan ada harapan bahwa planning ini tidak akan menjadi wacana.

Akhirnya gue dan empat orang teman gue berangkat menuju lokasi pawai budaya. Dikarenakan banyaknya massa Jogja yang memadati lokasi pawai—jalanan sepanjang tugu, maka kami harus parkir dari tempat yang cukup jauh dari tugu dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Singkat cerita, Pawai Budaya Jogja ini adalah acara yang diadakan dalam rangka memperingatin HUT JOGJAKARTA yang ke- 260. Gue sebagai maba di Jogja jelas aja punya antusias dan rasa ingin tahu untuk event ini. Apalagi Jogja-nya sudah 260 tahun.

Alasan gue pergi melihat pawai budaya ini selain mau refreshing sehabis uts, adalah karena gue ingin menghabiskan masa mahasiswa muda untuk tau berbagai hal, untuk merasakan semua hal, yang ditawarkan oleh lingkungan Jogja. Tapi tetap dalam prioritas yang sudah gue pikirin juga, karena tiap minggu atau setidaknya tiga kali dalam seminggu di Jogja dan UGM itu selalu ada aja event- event (free maupun premi) dan gue tentunya juga pilah- pilah ikut yang mana. Karena dari semua event yang mampir di timeline line ataupun share-an di grup, palingan juga gak banyak yang gue datangi. Terus lagi alasanya ya jelas, pengen tau lah kebudayaan di Jogja ini seperti apa.

Kembali ke HUT JOGJA 260. Pawai budaya yang gue saksikan ini merupakan penampilan kebudayaan oleh beberapa kecamatan yang ada di Jogja. Dalam pawai tiap kecamatan menampil view yang berbeda baik itu dari kostum, music, mobil hias dengan property kebudayaannya dan semacamnya. Salah satu penampilan yang unik dari pawai budaya ini menurut gue adalah tarian orang- orang dengan sekujur tubuh yang di cat putih (hingga rambut) yang duduk di atas mobil. Tapi sayangnya gue nggak dengar ini namanya apa.

20161007_203238.jpg

Source : haretami.wordpress.com (personal collection)

Pusat dari penampilan kebudayaan ini adalah di sekitar tugu. Sedangkan arak- arakannya sudah dimulai dari beberapa km sebelum tugu. Gue sebenarnya cukup menikmati acara ini tapi tetap aja nggak total dan kurang dengar essential things-nya gara-gara sibuk ngerekam momen. Jadi gue nggak bisa mendeskripsikan dengan baik bagaimana acara ini berlangsung. Hehe

So, How do you feel?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s