Merantau #1

IMG_20160601_082031

Di awal perkuliahan gue sering dapat pertanyaan dari teman- teman yang berasal dari Jogja-Jateng-dan sekitar Jawa, “kenapa jauh- jauh banget kuliah kesini?” Gue lantas berpikir kenapa mereka mikirnya Padang- Jogja itu jauh? Continue reading “Merantau #1”

Advertisements

Explore Jawa Timur #1

Explore Jawa Timur #1

  1. Wisata Paralayang dan Omah Kayu

Tempat pertama yang gue kunjungi adalah Wisata Paralayang dan Omah Kayu. Jaraknya atau waktu tempuhnya kira- kira 40 menit dari Kediri. Kalau ekspektasi  selama di perjalanan sih bakal ngeliat banyak Parasut di langit- langit tempat itu dan siapa tahu gue tertarik dan ikutan naik Paralayang. Wih. Pasti bakal jadi pengalaman tak terlupakan di Jawa Timur. Eh tapi, kayanya gue datang di waktu yang kurang tepat minggu itu. Karena habis hujan bahkan mau hujan, cuaca mendung, langit berembun, tanah becek, ternyata hari itu sama sekali tidak ada orang yang main Parayalang. Yasudah. Gapapa. Gue dan teman- teman lainnya juga sepupu gue lanjut jalan kaki ke Omah Kayu. Continue reading “Explore Jawa Timur #1”

Reminded by Om Piring

Reminded by Om Piring

20160626_152746

Tepat kemarin 26 juni 2016 ketika gue lagi iseng- iseng aja main ke Gramed. Karena emang gue lagi nggak mood nyari- nyari buku, kalaupun ada buku yang selalu gue cari di setiap gramed selalu aja stoknya nol –Guns, Germs, and Steel. Dari situ gue dapat info dari petugas gramed yang lagi memasang spanduk seseorang yang nggak gue kenal, katanya entar sore bakal ada talkshow sama seorang penulis.

Ya udah karena gue juga nggak lagi terdesak pulang dan nggak ada kegiatan seharian itu di Jogja –setelah paginya baru datang dari……….Jawa Timur :/. Setelah gue menunggu cukup lama dan cukup tidak betah dengan AC yang menusuk hidung gue kala itu, akirnya si penulis pun turun dengan editornya. Gue mengambil tempat duduk di sebelah sepupu gue dan kebetulan aja di sebelahnya lagi ada mahasiswa UGM.

Kalau bukan karena sepupu gue yang suka kepo atau ‘curious’ ini, mungkin gue juga nggak bakal tahu kalau si mahasiswa ternyata panitia ospek. Ditambah lagi si kakak mahasiswa katanya barusan habis rapat PPSMB (Nama Ospek di UGM). Yah apalagi yang ditunggu, sebagai maba yang belum tahu apa dan bagaimana, gue langsung aja tanya- tanya apa dan bagaimananya ospek ke depan.

Continue reading “Reminded by Om Piring”

SNMPTN 2016

Hasil SNMPTN 2016

image_17

Kemarin, 9 Mei 2016 kebetulan tempat bimbel sbmptn gue lagi jadwalnya Try Out. Dari pagi ikut Try Out gue lumayan konsentrasi. Pas ujian gue nggak terlalu memikirkan hasil undangan. Kemarin itu gue cuman berusaha memupuk semangat SBMPTN karena hal yang terpenting sebelum ngeliat pengumuman undangan adalah mempersiapkan diri untuk tidak lulus. Baik itu persiapan mental, maupun persiapan akademiknya. Karena nyiapin diri buat lulus itu mudah, yang susah itu bagaimana elo bisa kuat seandainya elo nggak lulus.

Jujur aja, sejak dengar motivasi- motivasi bang @sabdaps di http://www.zenius.net Continue reading “SNMPTN 2016”

Lo nggak Bakal punya Waktu untuk Ngerjain Semua Hal!

Lo nggak Bakal punya Waktu untuk Ngerjain Semua Hal!

focus-wallpapers-1

20 Maret 2016, kira- kira 2 minggu lagi menjelang gue mengikuti Ujian Nasional tingkat SMA. Gue nulis postingan ini (setelah lama nggak post apa- apa juga) bukan berarti kesannya pesimis. Apalagi dilihat dari judulnya. Jadi gue mendapatkan kata- kata tersebut tentunya dari Zenius, karena kehidupan gue kelas 3 ini nggak jauh- jauh dari zenius.net.

Untuk memperjelas maksud dari judul postingan gue kali ini mungkin gue bakal mulai dengan ilustrasi nyata gue sendiri. Continue reading “Lo nggak Bakal punya Waktu untuk Ngerjain Semua Hal!”

Ribet itu Cewek, Cewek itu Ribet

source: http://thumbs.dreamstime.com/z/geometric-hand-drawn-abstract-seamless-background-black-white-pattern-polygons-cute-patterns-inside-them-vector-40926061.jpg

Ya gue sendiri juga mengakui kalau perempuan itu sangatlah ribet, lebih ribet dari rubik paralel yang sekarang lagi gue suka mainin.

dulu gue pernah melontarkan kata betapa memuakkan menjadi seorang perempuan, betapa ribetnya menjadi perempuan, betapa ‘baper’nya perempuan itu. disitu gue juga lupa kalau sisi gue yang nggak suka dengan menjadi perempuan itu dulu justru menambah satu poin yang membuat perempuan itu tambah rumit. yah. itu dulu, disaat gue masih baru usia smp.

sekarang, sih nggak mungkin lagi lah ya gue bosan dengan kodrat yang gue punya. gue bersyukur lah udah sedewasa sekarang dan sudah membuka pikiran lebih luas tentang apa yang ada dihadapan gue.

jadi, berawal ketika gue teringat tentang rapat sesama cewek. saat rapat dengan cewek itu (HM) jangan tanya berapa waktu yang dibutuhkannya. jangankan berharap cepat selesai,berharap satu orang cepat selesai ngomong aja itu udah tipis.

yang gue alami, mengikuti forum dengan isinya cewek semua itu cukup melelahkan. dimana di sekolahan gue ceweknya pada kritis semuanya dan masing- masingnya punya argumennya tersendiri dengan tipikalnya ada yang simpel dan ada yang sangat tidak simpel. setiap orang di forum yang sering diadakan malam- malam itu selalu memunculkan beragam ide, pertanyaan atau pernyataan dan itu semua benar- benar membuat waktu rapat menjadi berkali lipat lebih lama dan waktu tidur juga semakin telat.

entahlah, kalo forum anak laki- laki biasanya juga ribet atau bagaimana gue juga nggak tau. yang jelas titik ketika gue rasakan betapa berbelitnya, betapa tidak simpelnya dan betapa beragamnya isi kepala sebagian cewek itu ketika gue rapat forum.

namun di tengah- tengah forum, gue berusaha meminimalisir waktu dan tidak lupa tetap efektif. karena nggak mungkin juga yang diutamain waktu singkat melulu, entar hasilnya bisa nggak maksimal. di tengah forum, gue sebisa gue tetap simpel dan jelas- jelas maksud dan tujuan, tidak berbelit dan rasional (setidaknya menurut gue, gue udah begitu) dan yah mungkin mulai dari diri gue sendiri gue sudah berusaha mengurangi sifat rumit dari perempuan.

tapi sebenarnya ini cuman dari pandangan gue. ketika cewek sesama cewek sudah ngumpul itu akan membentuk suatu komposisi paralel dan tidak ada simpel- simpelnya.